Penerapan aneka batu alam sangatlah beragam. Menghadirkan kesan yang natural pada rumah sehingga nampak terlihat lebih alami pastilah jadi mimpi banyak orang. Cara yang di lakukan pun beragam bisa dengan menghadirkan taman pada rumah membuat kolam ikan atau air mancur atau memasukkan batu alam sebagai dinding rumah.

Sejarah batu alam lahir sejak peradaban manusia ditemukan di bumi. Jaman batu sendiri merupakan jaman peradaban tertua yang ada jejak peninggalannya. Jaman batu adalah masa jaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu karena belum memiliki teknologi yang lebih baik. Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Mulai dari penggunaan sebagai alat berburu dan meramu, hingga berkembang menjadi bangunan perlindungan. 

 

Jaman batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih luas lagi. Dari kesemua alat sebagai jejak peninggalan, batu menjadi pokok karena paling awet dan mudah ditelisik asal muasalnya.

Penerapan batu alam pada hunian sangatlah beragam. Tidak bisa dipungkiri bahwa batu alam adalah salah satu komponen alami untuk memperindah bangunan rumah. Banyak penerapan desain hunian berkonsep batu alam untuk memperindah suatu bangunan. Selain mudah dalam perawatan, kesan natural juga sangat terekspos.

Batu alam untuk rumah memang sangat menawan saat di aplikasikan dalam sebuah desain bagunan rumah gaya modern terkini, terlebih untuk type hunian yang Anda impikan bersama keluarga. Kelebihan yang di dapat yakni nuansa alami dari batu tersebut bisa membuat lebih nyaman juga serasa melekat dengan alam bebas yang terbuka.

 

Pengaplikasian batu alam sangat beragam, mulai dari pemilihan jenis batu alam maupun corak dan tekstur. Kesesuaian penggunaan adalah dengan mempertimbangkan kecocokan batu terhadap desain serta terhadap keadaan dimana bangunan ataupun penerapan batu alam.

Batu paras Jogja adalah jenis batuan asli Jogjakarta terutama daerah Desa Wisata Mojo Gunungkidul dan sekitarnya, merupakan batuan kalsit dari proses sedimentasi atau pengapuran endapan pada jalur-jalur sungai purba Jawa.

Umumnya batu paras Jogja berwarna putih bersih dan gradasi kuning sampai kecoklatan, dengan motif salur dan tingkat kekerasan beragam tergantung pada blok tempat serta kedalaman batuan ditambang. Pengaruh warna pada batu paras Jogja dipengaruhi oleh material dasar yaitu kapur yang secara warna kalsit atau kalsium putih bersih, serta keadaan tanah disekitar batuan besedimentasi dari kuning ke coklat kemerahan.

Untuk dekorasi hunian, relief batu alam paras Jogja bisa menjadi alternatif yang menarik. Selain dari bahannya yang natural dan elegan, relief batu alam memberikan kesan eksklusif karena memang dari pembuatannya yang manual jarang bisa ditemui motif atau bentuk yang sama persis.

 Bahkan tentunya Anda bisa menyodorkan desain sesuai keinginan sendiri yang disesuaikan dengan tema maupun jenis bangunan, meskipun dengan pesanan khusus harga relief batu alam rata-rata sedikit lebih mahal, apalagi jika ukuran serta tingkat kerumitan berlebih.

 

 Namun pastinya, tidaklah terlalu mahal apabila dilihat dari material dan cara pembuatannya yang asli handmade dan hanya bisa dikerjakan oleh seniman-seniman yang sudah berpengalaman, meskipun tetap saja membutuhkan waktu dan ketelatenan.

 

Seniman ukir di Sanggar BatuParas umumnya mengerjakan secara kelompok, dengan spesifikasi keahlian masing-masing untuk mendapatkan hasil maksimal dalam waktu yang efektif.